Home > renungan guru > IQ, EQ, SQ dan hubungan ketiganya

IQ, EQ, SQ dan hubungan ketiganya

Di sini saya akan menjelaskan mengenai IQ, E Q, dan SQ dan hubungan ketiganya. Sebelum menginjak pada contoh-contoh IQ, EQ, dan SQ bahwa IQ atau kecerdasan intelektual terletak pada fungsi otak yang disebut neocortex. Disinilah bagaimana otak bisa menterjemahkan 2 x 2, 25 x 25 dan sebagainya. Sedangkan EQ atau kecerdasan emosional terletak pada fungsi otak yang disebut limbic system. Kecerdasan emosional adalah suatu daya kepekaan terhadap kondisi dan situasi di sekitarnya sehingga ia mampu memahami dan merasakan apa yang terjadi untuk mengambil suatu keputusan sebelum melakukan tindakan. Contoh EQ misalnya bagaimana ketika kita bertemu seseorang yang baru dikenal, bagaimana kita tersenyum dengan orang lain karena senyum yang baik adalah ketika bibir kiri kanan simetris karena jika tidak simetris akan menunjukkan bahwa senyumnya dipaksakan. Ini tentu saja tidak menyenangkan bagi orang lain karena dianggapnya dia meremehkannya. Jadi peran EQ sangatlah penting, anda tahu bagaimana prosentase antara IQ dan EQ dalam keberhasilan seseorang yaitu IQ memilik pengaruh 6% saja bahkan hanya maksimal 20% saja sedangkan EQ 80%. Lalu coba anda renungkan bagaimana keadaan kebanyakan sekarang. Yang saya amati Indonesia hanya menekankan kecerdasan intelektual (IQ) saja tanpa dibarengi dengan EQ. Kamu harus punya IQ di atas 100, kamu harus memiliki nilai bagus, kamu harus punya IPK di atas 3 misalnya. Padahal, IQ hanya berperan 6 % saja dalam keberhasilan dan kesuksesan seseorang ini dibuktikan oleh suatu lembaga yang dinamakan IQV yang mendata orang-orang sukses di seluruh dunia dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka yang berhasil adalah orang yang memiliki EQ yang baik. Coba anda amati teman anda yang dulu sangat cerdas sewaktu SD, SMP, SMA, atau di PT. mereka yang hanya mengandalkan IQ saja apa mereka mayoritas telah sukses dan berhasil? Dulu, berpuluh-puluh tahun yang lalu ketika kita naik bis atau kereta jika kita ingin minum air putih rasanya sulit karena di situ hanya ada pedagang kopi. Ketika itu tidak ada orang yang berteriak air putih, air putih! Saat itu air putih gratis dengan catatan kita harus ke warung tentu saja kita harus makan atau beli sesuatu. Saat itulah ada orang yang merasakan betapa sulitnya medapatkan air putih lalu dan dengan kecerdasan emosionalnya dimasukkan air putih ke dalam suatu botol lalu ditawarkan kepada orang lain dan ternyata harganya jauh lebih mahal daripada bensin. Apa yang terjadi sekarang banyak berdiri perusahaan-perusahaan yang memproduksi air mineral kemasan. Itulah contoh bagaimana EQ digunakan. Jadi kecerdasan intelektual saja tidak cukup tetapi harus dilengkapi dengan kecerdasan emosional. Dengan IQ yang tinggi dan EQ yang baik sudah tidak diragukan lagi keberhasilan dan kesuksesan ada ditangannya. Pertanyaan saya, apakah IQ dan EQ saja sudah cukup? Bagaimana jika IQ dan EQ digunanakan oleh para penjahat, para koruptor. Maka apa yang terjadi? Sehingga tidak heran jika di sekitar kita mungkin ada orang yang sangat baik tutur katanya, sopan, lembut, terlihat baik brilian otaknya tetapi sekarang ada di penjara dengan suatu perkara yang jelas-jelas terbukti. Banyak mereka yang sudah berhasil dan sukses tetapi mati bunuh diri, banyak remaja-remaja yang lari pada narkoba. Mengapa semua itu terjadi? karena mereka sudah kehilangan apa yang namanya SQ atau kecerdasan spiritual. SQ atau kecerdasan spiritual terletak pada fungsi otak yang disebut titik tuhan/god spot. Dimana seseorang akan terus dan terus mencari siapa yang menciptakan saya, untuk apa saya diciptakan, untuk apa saya bekerja, untuk apa saya belajar, untuk apa saya mencari uang, untuk apa saya memiliki banyak kekayaan dan sebagainya. Maka dari itu, ajari anak-anak kita, keluarga kita tentang kecerdasan emosional dan tentang agama agar mereka berhasil dan sukses dengan sebenar-benarnya. Menurut penelitian di California university ketika titik tuhan pada fungsi otak itu tersentuh, ternyata otak berubah warna menjadi terang benderang dan bersinar-sinar yang menunjukkan bahwa otak tidak terbebani. Mengapa banyak orang yang cerdas intelektualnya, terlihat baik tingkah lakunya tetapi ternyata dia adalah seorang penjahat kelas kakap. Di sinilah peran yang namanya SQ.

Jadi, kecerdasan intelektual saja tidak cukup tetapi harus dibarengi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bersambung …

About these ads
  1. sukartono
    March 31, 2012 at 1:47 pm

    sebelumnya saya sudah pernah dengar tentang ini, malah saya langsung dari pak ary ginanjar saat di jakarta

    • March 31, 2012 at 2:56 pm

      wah…bagi2 dong ilmunya pak, tukeran link gitu…

  2. Karjo
    June 3, 2014 at 11:47 pm

    bagus tulisnya Pak dan sangat bermanfaat..mohon ijin share ya Pak…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: