Home > solusi guru > 2 resep mengelola perilaku siswa, yaitu tegas dan sabar

2 resep mengelola perilaku siswa, yaitu tegas dan sabar

Sebagai seorang guru, dalam keseharian ditangan kitalah tanggung jawab untuk mengelola perilaku siswa. Baik atau buruk perilaku siswa, tugas kita lah untuk merubah yang buruk dan memelihara hal yang baik dari siswa. Dalam beberapa tahun terakhir saya sebagai guru menemukan 2 resep yang bisa saya bagi dengan anda.

Tegas

Mohon bedakan tegas dan galak apalagi kejam, tegas berarti melakukan kewenangan kita sebagai guru agar siswa mau mengikuti peraturan atau disiplin yang telah digariskan di kelas dan di sekolah.

Tegas kepada perilaku siswa yang mengganggu iklim di kelas. Hal ini penting karena kepentingan bersama di kelas adalah untuk belajar dan mengajar.

Tegas kepada perilaku siswa bukan kepada siswanya. Jika kita tegas kepada siswa yang terjadi maka hanya kepada siswa-siswi tertentu lah kita akan tegas, dan bukan pada perilakunya. Tidak heran jika banyak kelas yang didalamnya ada ‘trouble maker’ sebutan itu ada karena guru tidak jeli kepada perubahan kecil ke arah lebih baik yang diperbuat oleh siswa terlanjur mendapat cap.

Sabar

Sikap sabar diperlukan karena kita percaya bahwa siswa cepat atau lambat akan berubah perilakunya buruknya. Banyak guru yang memilih mendidik dengan hati dan bukan dengan amarah. Hal ini karena mereka percaya bahwa apa yang mereka lihat dari siswa mereka sekarang belum tentu menjadi hal yang kekal saat siswa sudah menjadi dewasa nanti.

Sabar juga bisa berarti doa, saat melihat perilaku yang kurang dari siswa, jika yang kita lakukan adalah menyumpah dalam hati maka umpatan kita malah akan menjadi kenyataan. Bersikap sabar juga bisa berarti mendoakan yang terbaik bagi siswa, mendoakan perubahan sekecil apapun itu dari siswa kita dikelas.

Sabar membuat hari-hari kita sebagai guru menjadi lebih ringan dan lebih mudah. Sebaliknya jika kita tidak mempunyai kesabaran maka yang terjadi dalam banyak kesempatan sebagai guru yang kita lakukan hanya sibuk mengeluh dan mempertanyakan ‘kenapa’ dan ‘mengapa’ banyak sekali kekurangan di kelas kita. Bayangkan, maka hari-hari kita akan diisi oleh rasa pesimis dan lupa akan inovasi.

Categories: solusi guru Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: