Home > arsip lampau > sebuah proyek novel kisah nyataku yang belum terselesaikan *)

sebuah proyek novel kisah nyataku yang belum terselesaikan *)

th 2006, lulus SMA bingung mo apa, mo mlanjutkn kulyah, ga da biaya, mo kerja jg kerja apa coba…ekonomi jg sedang sulit…rencananya si mo ke jakarta, ikut dagang ma orang tua disana, bantu2 gitu.tapi benar2 ta terfikirkan olehku tiba2 ada program beasiswa D3 Komputer dr pemerintah, dgn modal 100ribu utk pndaftaran hasil ngutang temen, hr itu jg lgsung aku daftar, besoknya pagi2 aku ikut tes seleksi dan alhamdulillah aku lolos…nah kebetulan tmpat utk kulyahnya di Politeknik Tegal, tepatnya di pesurungan kidul,sblh barat rita mall. hari pertama masuk kulyah, tak malu2 aku mengendarai sepeda, sepeda dgn perdal copotan dan sadel yg suka mengsol, ya mo gimana lg, ga punya motor si yah, terkadang klo dari rmah ke kampus brangkatnya gugup, alias ngos2an plus kringetan sepedanya ta titipkan di penitipan sepeda dgn tarif seribu per sepeda, biasanya klo klo dititipkn disitu, aku dapet bonus air putih spuasnya…jujur aja wktu itu, utk parkir sepeda aja 1000,aku sering ngutang sama tukang parkirnya,kulyah juga jarang fotocopy2…bukan karena aku malas tp memang krn ga punya uang sepeserpun saat itu. klo haus, ya aku mampir di mushola ato mesjid buat minum, jika ada sesuatu hal dijlnpun, misalnya ban bocor yo cuma tak tuntun dari tegal smp rumah tanpa mengenal lelah. hari demi hari tak pernah lepas dari cucuran keringat hasil genjotan pedal sepedaku dari jatibarang ke tegal, saat itu banyak tetangga2ku yang mencemooh keadaanku, tapi aku ta ambil pusing dengan itu semua, padahal banyak sekali kekurangan2 yang kuhadapi saat itu…slain ga punya motor, ga punya hp, ga pegang uang, kulyah komputer ga punya komputer, kulyah 1 minggu full bajunya itu2 aja yang dipake, stiap masuk kelas keringatku slalu grojosan spt habis mandi, apalagi pas puasa…benar2 sabar tingkat tinggi…

mengawali jadi wirausaha

kalo diingat-ingat, sebenarnya aku mengawali usaha itu sudah dimulai sejak aku masih SD dulu, yaitu menjual es lilin (es yg dibungkus dengan plastik memanjang dan berwarna warni) aku keliling dari tetangga2 sampai keliling desa menjajakan es lilin bersama kedua adik2ku yang masih kecil. Es lilin yg kujual aku ambil dari tetanggaku yang punya kulkas. Saat itu harganya Cuma 50 rupiah saja dan dari es tersebut, nantinya aku mendapatkan upah dari banyaknya es yang terjual.

Sewaku SMA aku juga sambil berbisnis percetakan dari pembuatan undangan, kartu nama, sablon, dekorasi hajatan, dll. Bisnis itu aku jalani bersama guru SMA ku dulu, namanya pa Rudiyanto…jadi klo ada pesanan, aku datang kerumah pa rudi, beliaulah yg mengerjakan dan aku nantinya akan mendaptkan persenan dari pekerjaan itu.benar2 tanpa modal sedikitpun karena aku cuma sbg perantara saja dengan segala keterbatasan fasilitas. Saat itu aku nekat saja memasang PLANG di depan rumahku yg bertuliskan “PERCETAKAN PENDY” walopun bkn aku yg mngerjakannya sendiri krn dirumahku tak ada alat apapun yg kumiliki spt komputer, alat sablon, printer (tak ada apapun). Jadi, jk ada pesanan undangan ato apapun, aku langsung menuju ke pasarbatang, brebes yaitu kerumahnya pa rudi, walopun kadang hujan2nan, datang malam2, sehingga tak jarang aku nginep dirumah beliau.

Dari penghasilan yg kuperoleh, yaitu dari persenan/upah/untung selama aku menjalani bisnis percetakan dgn pa rudi, sedikit demi sedikit ku tabung selama kurang lebih 1 tahun sehingga pada bulan februari 2007 akirnya aku bias membeli 1 unit computer Pentium II, monitor tabung 15”,hdd Cuma 4gb,ram Cuma 64mb dgn total seharga 600ribu.Komputer aku beli dari sahabat seperjuanganku krn pas kebetulan dial g butuh uang saat itu. Setelah punya computer, klo ada pesanan aku berusaha menggarap sendiri, pun masih saja harus nggenjot sepeda lagi ke jatibarang atau ke banjaran Cuma buat ngeprint.

Sampai akhirnya 6 bln kemudian, beasiswa dari pemerintah cair dan ada sisa yg diberikan pada mahasiswa, aku berinisiatif menjual Pentium II ku dan mengganti dgn Pentium III. Dari beasiswa itu aku gabungin sama uang tabunganku di celengan, dengan semangat 45 kugenjot sepeda bututku menuju ke salah satu toko computer di karanganyar, tegal. saat mengangkut komputer dari tegal ke jatibarang. dengan tangan kanan memegangi stang sepeda dan tangan kiri menenteng 1 unit CPU p3.monitor tabung 15″ merk samsung warna putih yg diikatkan pd boncengan blakang menggunakan karet ban.printer canon ip 1880 yg ditaruh diatas keranjang depan.dan splastik kantung kresek hitam yg berisi keyboard mouse + kabel power.bayangkan tuh…betapa ni’matnya perjalananku.ditambah pedal sepeda yg suka copotan klo sdh mncapai jarak 20 meteran.dlm prjalanan tegal – jtbrng, banyak mata tertuju padaku, ada yg senyum, bahkan ada yg tertawa melihatku.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: